TVRINews, Asmat
Kecelakaan perairan kembali terjadi di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Sebuah perahu ketinting yang mengangkut delapan orang penumpang dilaporkan tenggelam di Muara Betcbamu setelah dihantam ombak tinggi. Dari peristiwa nahas tersebut, satu orang penumpang berhasil diselamatkan, sementara tujuh penumpang lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perahu ketinting tersebut bertolak dari Kali Wen pada Sabtu sore dengan tujuan Distrik Kamur. Perjalanan yang semula berjalan lancar berubah menjadi tragedi pada Minggu pagi, sekitar pukul 06.30 WIT. Perahu dihantam gelombang tinggi hingga oleng, terbalik, dan tenggelam di tengah muara.
Kondisi perairan yang tidak bersahabat membuat para penumpang tidak sempat menyelamatkan diri dengan maksimal. Delapan orang di atas perahu pun terlempar ke air saat perahu terbalik.
Dari delapan penumpang tersebut, korban selamat diketahui bernama Ebestina Kuwaito, perempuan berusia 34 tahun. Ia ditemukan dan dievakuasi oleh nelayan setempat yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian.

Usai dievakuasi, Ebestina langsung dilarikan ke Puskesmas Yow untuk mendapatkan perawatan medis serta pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
Sementara itu, tujuh penumpang lainnya hingga kini belum ditemukan. Situasi ini semakin memilukan karena di antara tujuh korban hilang tersebut terdapat tiga anak balita dan seorang bayi yang baru berusia enam bulan.
Keberadaan ketujuh korban menjadi fokus utama operasi pencarian yang terus dilanjutkan oleh tim gabungan.
Menindaklanjuti laporan insiden tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Timika bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Pos SAR Asmat, TNI Angkatan Laut (TNI AL), serta Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud).
Tim SAR gabungan diterjunkan ke lokasi kejadian di Muara Betcbamu menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas untuk menyisir area perairan tempat perahu tenggelam.
Proses pencarian tidak hanya melibatkan tim gabungan, tetapi juga dibantu oleh keluarga korban dan masyarakat setempat yang ikut menyisir area perairan.
Kondisi geografis Kabupaten Asmat yang didominasi sungai dan rawa menjadikan moda transportasi air seperti perahu ketinting sebagai sarana utama mobilitas antar-distrik. Namun, kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi kerap menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna transportasi air di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan bersama warga setempat masih terus berupaya menyisir perairan Muara Betcbamu guna menemukan ketujuh korban yang hilang.










